HASIL UKG TAHUN 2015

Setelah beberapa minggu cemas, gelisah dan galau memikirkan UKG dengan konsekuensinya yang berbagai macam (yang paling jahat adalah hilangnya TPP dan cap Tidak Layak Menjadi Guru)

Sehingga berbagai meme lucu muncul untuk peredam gelisah guru diantaranya

MEME UKG AZIS

MEME UKG P MUR

 

Setelah UKG dilaksanakan ternyata tidak semenakutkan dibandingkan sebelumnya. Walaupun mungkin hasilnya untuk setiap  individu berbeda-beda, mulai yang puas sampai yang sangat tidak puas (kata teman saya “Muntah kalau ingat UKG” “Datang Kerjakan Lupakan”)

Bagaimana hasil UKG secara nasional :

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, pemerintah melalui Kemendikbud  akan memberikan apresiasi kepada guru yang berhasil memperoleh hasil terbaik dalam uji kompetensi.

Di bawah ini kutipan info yang saya langsir dari news.okezone.com 

Menurut  Bapak Sumarna Surapranata, “Hingga saat ini ( 20-11-2015 ) ada guru di SMA di Papua Barat, Sorong, yakni pada mata pelajaran bahasa Jerman mendapat nilai 93,33, ada juga guru kimia SMA di Cirebon yang memperoleh nilai 96,67.Di Aceh juga ada guru matematika SMA yang dapat nilai 95” 

Berapa standar kelulusan/batas minimal nilai UKG 2015 

Sahabat, info yang santer bahwa standar minimal nilai UKG adalah 5,5 ( rentang nilai 0-10 ) atau 55 ( rentang nilai ( 0-100 ), namun sampai saat ini saya sendiri belum menmukan sumber yang jelas. Jika Anda mengetahui sumber yang akurat tentang info standar minimal nilai UKG 2015 adalah 5,5, tolong tulis di kolom komentar.

Sepengetahuanku infonya hanya standar minimal nilai rata-rata UKG 2015. Berikut infonya:

“Guru-guru akan dikelompokkan sesuai kemampuannya mengacu pada hasil ujian tersebut. Mereka yang meraih skor tinggi cukup mengikuti pembekalan wajib selama 4-10 jam. Sementara yang meraih skor kurang akan lebih banyak jumlah jamnya.
Sumarna menyebutkan, saat ini rata-rata nilai UKG 4,7. Target renstra tahun ini, kata dia, rata-rata nilai UKG 5,5. “Nanti tahun 2019 rata-rata kompetensi guru 8,0,” katanya.” ( sumber : Kemdikbud ) sumber : http://www.websitependidikan.com/2015/11/nilai-ukg-tertinggi-2015.html

 

Lalu sebenarnya apa sih kegunaan UKG, mungkin ini bisa memberi jawaban walaupun tidak memuaskan he he he

http://novehasanah.blogspot.co.id/2015/11/digunakan-untuk-apa-hasil-ukg-2015.html

Digunakan Untuk Apa Hasil UKG 2015?

UKG tahun 2015 ini mempunyai arti yang sangat penting bagi pembangunan pendidikan di Indonesia, khususnya untuk pembinaan guru agar menjadi lebih kompeten dan profesional dalam menjalankan tugasnya yang sangat penting itu.

Beberapa tahun sebelumnya, sebutlah tahun 2012, UKg pernah dilaksanakan dengan mencapai 1,6 juta guru yang mengikutinya. Kini di tahun 2015, UKG kembali digelar dengan tujuan yang lebih jelas dan terencana. Ketika tahun 2012 UKG (Uji Kompetensi Guru) dilakukan pada tempat-tempat Uji Kompetensi (TUK) yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, banyak sekali kendala yang ditemukan mulai dari lemahnya jaringan internet dan fasilitas yang tersedia. Diharapkan pada tahun 2015 ini UKG dapat berjalan dengan lebih baik dengan menyasar lebih banyak guru.

 

Dalam rilisnya di situs gtk.kemdikbud.go.id, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa kalau tahun 2012 pelaksanaan UKG belum mempunyai arah yang jelas dan lebih digunakan sebagai ujicoba untuk memotret kondisi guru di tanah air, kini UKG tahun 2015 lebih seperti sensus di mana semua guru yang memiliki NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) akan mengikuti Ujian Kompetensi dimaksud. Tujuannyapun lebih jelas, yaitu, setelah diperoleh potret kompetensi pedagogik dan profesional masing-masing guru yang mengikuti UKG 2015, maka akan diberikan tindak lanjut berupa pelatihan sesuai dengan kondisi masing-masing guru (kebutuhan untuk pengembangan kompetensi mereka).

Para guru-pun yang semula cemas dengan dilaksanakan UKG 2015 karena telah dipatok rerata yang diharapkan pemerintah adalah 5,5 dan diduga berhubungan dengan pemberian tunjangan profesi. Memang benar pemerintah menargetkan rerata hasil UKG 2015 adalah 5,5. Tetapi tidaklah benar jika UKG 2015 akan dijadikan alasan untuk menghentikan pemberian tunjangan profesi bagi guru-guru yang telah memiliki sertifikat pendidik jika nilai hasil UKG mereka di bawah rerata atau jelek.

Hasil UKG 2015 justru akan digunakan untuk memperbaiki kualitas guru, di mana dari nilai yang dimiliki oleh masing-masing guru, maka pihak kemdikbud akan mempunyai suatu data yang bagus sebagai dasar untuk memberikan pendidikan dan pelatihan (diklat) yang sesuai dengan kebutuhan atau kelemahan masing-masing guru. Rencananya, diklat akan dibagi menjadi 10 grade berdasarkan nilai yang diperoleh guru. Setiap grade mencerminkan lamanya diklat dan kuantitas materi yang harus mereka kuasai agar kompetensi mereka menjadi lebih meningkat. Diklat itu nantinya akan disebut sebagai diklat pasca UKG. Jika guru dapat memiliki nilai yang bagus dan tinggi, tentunya kemdikbud akan memberikan reward yang sesuai.

Kemdikbud berharap pada akhir tahun 2019 mendatang, ketika UKG akan dilaksanakan setiap tahun secara rutin maka rata-rata nilai hasil UKG dapat mencapai rata-rata 8,0. Kini para guru sudah tidak perlu cemas karena tujuan UKG sangatlah bagus. Mari kita dukung pelaksanaan UKG 2015. Semoga sukses untuk meningkatkan kompetensi guru-guru di seluruh pelosok tanah air.

Demikian semoga ada manfaatnya.

Nuwun Wassalam

Tentang jazinansetiawan

no thing
Pos ini dipublikasikan di LAIN-LAIN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s